Demam Pada Anak Tak Ditanggung BPJS?  Yuk, Pahami Faktanya dan Cara Menanganinya dengan Tepat!

Ditulis oleh: Anna Fatinasari

Ditinjau oleh: apt. Adelia Ayu Prityani, S.Farm


Sobat Ino apakah pernah dengar kabar kalau demam itu tidak ditanggung BPJS saat berobat ke Instalasi Gawat Darurat (IGD)? Banyak yang langsung panik, padahal sebenarnya hal ini bukan berarti BPJS tidak menanggung demam sama sekali, lho. Yuk, kita bahas biar Sobat Ino nggak salah paham!

Dilansir dari Kompas.com, Rizzky Anugerah, Asisten Deputi Komunikasi Publik dan Hubungan Masyarakat BPJS Kesehatan, menjelaskan bahwa penentuan kondisi gawat darurat pada seorang pasien bukanlah wewenang pasien atau BPJS Kesehatan, melainkan keputusan dari Dokter Penanggung Jawab Pelayanan (DPJP). Penentuan ini sesuai dengan ketentuan dalam Peraturan Kementerian Kesehatan (Permenkes) No. 47 Tahun 2018, yang mengatur kriteria gawat darurat. Berikut adalah beberapa kriteria kegawatdaruratan yang disebutkan dalam Pasal 3 Permenkes No. 47 Tahun 2018:

  • Mengancam nyawa, membahayakan diri, orang lain, atau lingkungan

  • Adanya gangguan pada jalan napas, pernapasan, dan sirkulasi

  • Penurunan kesadaran

  • Gangguan hemodinamik

  • Memerlukan tindakan segera

Jadi, sebagai orang tua, jangan langsung panik dan terburu-buru membawa anak ke rumah sakit saat demam, ya Sobat Ino! Untuk pertolongan pertama, orang tua bisa coba datang ke Apotek Inofarma terdekat. Selain itu, ada beberapa obat yang bisa membantu meredakan demam pada anak. Catat rekomendasi obat-obatnya berikut ini, Sobat Ino!

  1. Sanmol 60 ml 120mg/5ml

Sanmol sirup adalah obat yang mengandung Paracetamol, yang efektif untuk menurunkan demam, meredakan sakit kepala, dan nyeri ringan seperti sakit gigi. Cara kerja obat ini adalah dengan menurunkan suhu tubuh melalui pusat pengatur suhu di hipotalamus (antipiretik), serta menghambat sintesis prostaglandin untuk mengurangi nyeri (analgetik).

Untuk dosis penggunaan, Sobat Ino bisa memberikan Sanmol sebelum atau setelah makan dengan dosis berikut:

  • Anak usia 9-12 tahun: 15-20 ml, 3-4 kali sehari.

  • Anak usia 6-9 tahun: 10-15 ml, 3-4 kali sehari.

  • Anak usia 2-6 tahun: 5-10 ml, 3-4 kali sehari.

  • Bayi usia 1-2 tahun: 5 ml, 3-4 kali sehari.

Namun, penting untuk berhati-hati dalam menggunakan obat ini pada penderita penyakit ginjal. Pastikan untuk selalu mengikuti petunjuk penggunaan dan konsultasi dengan tenaga medis jika perlu.

  1. Tempra Sirup Rasa Anggur 60 ml

Tempra adalah obat yang mengandung Paracetamol 160 mg setiap 5 ml, yang berfungsi untuk menurunkan demam serta meredakan nyeri ringan seperti sakit kepala dan sakit gigi. Tempra hadir dengan rasa anggur yang enak, sehingga lebih mudah diterima oleh anak-anak.

Dosis Tempra dapat diberikan sebelum atau setelah makan, dengan rincian sebagai berikut:

  • Anak usia 6-8 tahun: 2 sendok takar (setara 10 ml).

  • Anak usia 4-5 tahun: 1,5 sendok takar (setara 7,5 ml).

  • Anak usia 2-3 tahun: 1 sendok takar (setara 5 ml).

Perlu diingat, berikan Tempra setiap 4 jam, namun jangan lebih dari 5 kali sehari. Jika rasa sakit berlanjut lebih dari 3 hari, demam tidak turun setelah 2 hari, atau muncul kemerahan pada kulit, segera hubungi dokter.

  1. Bodrexin 80 mg 16 Tablet Kunyah

Bodrexin adalah tablet kunyah dengan kandungan Asam Asetilsalisilat yang efektif untuk meredakan demam, nyeri, hingga demam setelah imunisasi pada anak. Obat ini harus diminum atau dihisap setelah makan dengan dosis sebagai berikut:

  • Anak usia 2-3 tahun: 1 tablet

  • Anak usia 4-5 tahun: 2 tablet

  • Anak usia 6-8 tahun: 3 tablet

Pemberian dapat diulang setiap 4 jam atau sesuai petunjuk dokter. Meskipun anak-anak suka dengan rasa jeruknya yang enak, pastikan untuk tidak melebihi dosis yang dianjurkan, ya, Sobat Ino!

  1. Contrexyn 4 Tablet Kunyah

Contrexyn juga termasuk tablet kunyah yang efektif untuk menurunkan demam dan meredakan nyeri akibat flu, masuk angin, atau setelah vaksinasi. Obat ini sebaiknya diberikan bersama makanan, dengan dosis sebagai berikut:

  • Anak usia 6-9 tahun: 3-4 kali sehari, 3 tablet

  • Anak usia 3-6 tahun: 3-4 kali sehari, 1 ½ - 2 tablet

  • Anak usia 1-3 tahun: 2-3 kali sehari, 1 - 1 ½ tablet

  • Anak usia ½ - 1 tahun: 2-3 kali sehari, ½ tablet

  • Anak usia 3-6 bulan: 2-3 kali sehari, ⅓ - ½ tablet

Pastikan untuk mengikuti dosis yang tepat ya, Sobat Ino!

  1. Bye bye Fever Anak

Berbeda dengan obat-obat sebelumnya, kali ini ada plester yang memberikan efek dingin hingga 10 jam, yang efektif meredakan demam, sakit kepala, hingga sakit gigi.

Caranya mudah, cukup buka lapisan transparannya dan tempelkan permukaan yang melekat pada dahi, pipi, atau bagian tubuh yang terasa nyeri. Pastikan untuk mengganti plester setiap 10 jam dan hanya digunakan untuk pemakaian luar.

Demam memang bisa membuat orang tua cemas, namun dengan langkah yang tepat, Anda bisa meredakannya di rumah terlebih dahulu. Jangan lupa untuk selalu mengikuti dosis yang dianjurkan dan jika demam tidak kunjung turun atau kondisi anak memburuk, segera hubungi dokter. 


Demam pada anak memang sering bikin orang tua khawatir, apalagi saat musim hujan ini. Tapi tenang, Sobat Ino! Dengan istirahat yang cukup, asupan cairan yang cukup, dan obat penurun panas yang tepat, demam si kecil biasanya bisa lebih cepat reda.


Kalau anak mulai rewel karena demam, Sobat Ino nggak perlu panik karena bisa langsung datang ke Apotek Inofarma terdekat untuk mendapatkan rekomendasi obat penurun panas anak yang aman. Yuk, pastikan kesehatan si kecil selalu terjaga selama musim hujan ini dengan obat dan vitamin lengkap dari Apotek Inofarma


Sumber:

Kesehatan anak